Cermi tentang Aplikasi- BD103- EKA DIAN ASTUTI

Storage Network IPFS pada Aplikasi Audius

IPFS (Interplantary File System) menjadi topik pembicaraan yang hangat di kalangan teknologi DApps (Decentralized Application) karena potensinya untuk menggantikan HTTP (Hypertext Transfer Protocol). IPFS adalah sistem penyimpanan alamat konten untuk semua objek seperti gambar, file, dan video dengan kriptografi hash yang unik. IPFS memiliki kemiripan dengan sistem URL pada website karena mampu mendistribusikan sistem file yang dicari oleh pencari informasi, kemudian menghubungkan semua perangkat yang digunakan pada sistem file yang sama.  

Salah satu aplikasi yang menerapkan IPFS adalah Audius, yaitu platform yang dirancang untuk berbagi musik dan audio sehingga artis yang memiliki karya musik dapat menghubungkan langsung ke pendengar. Penggunaan sistem terdesentralisasi pada Audius memungkinkan untuk mengontrol karya cipta yang dimiliki artis terhadap karya musiknya. Untuk mengoperasikan sistem serta mengatur interaksi antara pengguna dan pemilik maka dibuatlah jaringan penyimpanan cloud terdistribusi sebagai dasarnya. Audius menggunakan IPFS sebagai penyimpanan terdistribusi utama sehingga pengguna aplikasi dapat dengan bebas untuk membagikan, memonetisasi, dan mendengerkan semua audio di Audius.  

Audius yang telah menggunakan IPFS sebagai sistem terdesentralisasinya sejak 2018 menuliskan bahwa terdapat banyak keuntungan yang menjadi kunci utama untuk tetap menggunakan IPFS. Keuntungan tersebut berupa :  

  • Menjadi sistem penyimpanan terdesentralisasi yang lengkap  
  • Sistem addressing berdasarkan konten  
  • Memiliki sistem teknologi yang berlandaskan blockchain  
  • Mudah untuk dimengerti dan diimplementasikan  
  • Dapat dijalankan dengan berbagai bahasa pemrograman seperti JavaScript, Go, Python HTTP, dan API  
  • Adanya pemisahan biaya hosting dan penggunaan teknologi stack  
  • Node yang bersifat fleksibel dan dapat dikustomisasi  

 

Implementasi IPFS di Audius dilakukan dengan membagikan semua file dan metadata Audius melalui pelayanan node creator. Data juga didaftarkan ke Audius menggunakan smart contract, diindekskan menggunakan pelayanan penemuan (discovery sercice), dan data disajikan melalui klien kepada pengguna. Audius menjalankan nodes secara internal untuk menguji perubahan baru yang terjadi. Meskipun begitu, konten kreator (artis) dan pendengar tidak perlu untuk mengetahui yang terjadi mengenai sistem Audius, konten kreator menggunakan Audius klien dan perpustakaan klien untuk mengunggah karya dan streaming audio. Masing-masing node IPFS dalam jaringan Audius beralamatkan “go-ipfs” yang ditempatkan bersama dengan logika layanan. Audius mengimplementasikan pelayanan interface dengan “go-ipfs” menggunakan “py-ipfs-api” atau “ipfs-http-client” (JavaScript) untuk menjalankan fungsi membaca dan menulis.

Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

Leave a comment

X