Cermi -UR101 – nurlaela razabillah

Assalamualaikum, hai semuanya^^ Pada hari sabtu, 1 Oktober 2022 saya melihat Sharing Santai #117 di youtube channel Magics Channel tentang Fiqih dalam kehidupan yang dijelaskan oleh Bapak Shirod Subakhi yaitu menjelaskan tentang Fiqih dalam kehidupan yaitu: Ibadah, Ibadah menurut para Ulama, Bentuk Ibadah, Prinsip Fiqih Ibadah dan Dalil tentang Fiqih Ibadah. Yang pertama yaitu:

 

Ibadah , yang artinya sesuai dengan Allah SWT. dan sebagai manusia kita harus bersyukur karena Allah telah menciptakan kita sebagai manusia yang dapat bernapas. Manusia dan seluruh makhluk yang berkehendak dan berperasaan, adalah hamba-hamba Allah. Sebagai umat muslim kita harus patuh kepada Allah. Perintah itu wajib dikerjakan seperti sholat. Ibadah juga bisa dimaknai sebagai ketundukan atau penghambaan diri kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa. Bentuk ibadah di antaranya meliputi semua bentuk perbuatan manusia di dunia, yang dilakukan dengan niat mengabdi dan menghamba hanya kepada Allah SWT. Dengan ibadah yang setiap hamba menyembah dan mendekatkan diri Allah.

Ibadah menurut para Ulama Fiqih, ibadah adalah bentuk pekerjaan yang bertujuan memperoleh ridha Allah SWT dan mendambakan pahala di akhirat.

1. Menurut Ulama Ibnu Taymiyah adalah suatu wilayah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, baik berupa kutipan maupun perbuatan, yang tersembunyi (batin) maupun yang terlihat.

 

2. Menurut Ulama Fiqih adalah semua yang mencakup segala perbuatan yang disukai dan diridhai oleh Allah SWT, baik kutipan maupun perbuatan, baik terang-terangan maupun tersembunyi dalam rangka mengagungkan Allah SWT dan mengharapkan pahala-Nya.

3. Menurut Muhammadiyah adalah bertaqarrub kepada Allah SWT, dengan cara mentaati perintah-perintah-Nya, melarang-larangan-Nya dan mengamalkan segala yang diizinkan-Nya.

  • Bentuk ibadah kepada Allah swt ada 2 yaitu:

Ibadah Mahdhah dan Ghairu Mahdhah. Menurut bahasa, mahdhah memiliki arti ‘murni’ atau ‘tak bercampur’. Sedangkan ghairu mahdhah memiliki arti ‘tidak murni’ atau ‘bercampur dengan yang lain’.

1. Ibadah mahdhah adalah ibadah yang selama ini kita kenal, antara lain seperti sholat, puasa, zakat, dan haji. Bahkan banyak kaum muslimin menganggap bahwa ibadah mereka adalah ibadah yang masuk ke dalam kelompok ibadah mahdhah. Ibadah Mahdhah. Ibadah bentuk ini memiliki 4 prinsip:

a. Keberadaannya harus berdasarkan adanya dalil perintah, baik dari al- Quran maupun al-Sunnah, jadi merupakan otoritas wahyu, tidak boleh ditetapkan oleh akal atau logika keberadaannya.

b. Tata caranya harus berpola kepada contoh Rasulullah SAW. Jika melakukan ibadah bentuk ini tanpa dalil perintah atau tidak sesuai dengan praktek Rasul saw.,maka dikategorikan “Muhdatsatul umur” perkara mengada- ada, yang populer disebutbidah. Salah satu penyebab hancurnya agama-agama yang dibawa sebelum Muhammad saw. adalah karena kebanyakan kaumnya bertanya dan menyalahi perintah Rasul-rasul mereka.

c. Bersifat supra rasional (di atas jangkauan akal) artinya ibadah bentuk ini bukan ukuran logika, karena bukan wilayah akal, melainkan wilayah wahyu, akal hanya berfungsi memahami rahasia di baliknya yang disebut hikmah tasyri. Shalat, adzan, tilawatul Quran, dan ibadah mahdhah lainnya, keabsahannnya bukan ditentukan oleh mengerti atau tidak, melainkan ditentukan apakah sesuai dengan ketentuan syariat, atau tidak. Atas dasar ini, maka ditetapkan oleh syarat dan rukun yang ketat.

d. Azasnya “taat”, yang dituntut dari hamba dalam melaksanakan ibadah ini adalah kepatuhan atau ketaatan. Hamba wajib meyakini bahwa apa yang diperintahkan Allah kepadanya, semata-mata untuk kepentingan dan kebahagiaan hamba, bukan untuk Allah, dan salah satu misi utama diutus Rasul adalah untuk dipatuhi.

  • Thaharah menurut syari’at Islam ialah suatu kegiatan bersuci dari hadas maupun najis sehingga seorang diperbolehkan untuk mengerjakan suatu ibadah yang dituntut harus dalam keadaan suci seperti shalat. Pembagian thaharah ada dua, yakni bersuci dari hadats berupa melakukan wudhu, mandi (mandi wajib, mandi janabat), dan tayamum. Kemudian, bersuci dari najis berupa menghilangkan najis yang ada di badan, tempat dan pakaian.
  • Dalam ilmu fiqih, istinja adalah membersihkan sesuatu (najis) yang keluar dari qubul atau dubur menggunakan air atau batu dan benda sejenisnya yang bersih dan suci. Dalam istinja, orang boleh memilih tiga cara yaitu : (1) Istinja dengan batu terlebih dahulu lalu dengan air, dan ini cara terbaik. (2) Istinja dengan air saja. (3) Istinja dengan batu saja.
  • Pendapat ulama yang mengatakan boleh mengahajikan orang lain dengan syarat bahwa orang tersebut telah meninggal dunia dan belum melakukan ibadah haji, atau karena sakit berat sehingga tidak memungkinkannya melakukan ibadah haji namun ia kuat secara finansial.
  1. Ulama Haanafi mengatakan orang yang sakit atau kondisi badannya tidak memungkinkan melaksanakan ibadah haji namun mempunyai harta atau biaya untuk haji, maka ia wajib membayar orang lain untuk menghajikannya, apalagi bila sakitnya kemungkinan susah disembuhkan maka ia wajib meninggalkan wasiat agar dihajikan.
  2. Mazhab Maliki mengatakan menghajikan orang yang masih hidup tidak diperbolehkan. Untuk yang telah meninggal sah menghajikannya asalkan ia telah mewasiatkan dengan syarat biaya haji tidak mencapai sepertiga dari harta yang ditinggalkan.
  3. Mazhab Syafi’i mengatakan boleh menghajikan orang lain dalam dua kondisi, yaitu untuk mereka yang tidak mampu melaksanakan ibadah haji karena tua atau sakit.

Prinsip Fiqih Ibadah

Merujuk buku Modul Fiqih Ibadah oleh Rosidin, prinsip fiqih ibadah tersebuat diantaranya :

  1. Muraqabah, adalah seseorang beribadah seakan-akan Allah SWT mengawasinya. Dia yakin bahwa Allah SWT senantiasa bersamanya dalam setiap aktivitas, gerak maupun diam.
  2. Ikhlas, makna dari ikhlas ialah seseorang beribadah semata-mata karena mengharapkan ridha Allah SWT. Tidak begitu memperdulikan harapan mendapatkan pahala maupun takut siksa. Termasuk juga, mencegah diri dari riya’, yaitu beramal agar mendapatkan perhatian dari manusia.
  3. Disiplin waktu, hendaknya seseorang yang ingin mengejarkan ibadah harus sesuai dengan waktunya. Bahkan yang lebih baik adalah bergegas beribadah di awal waktu.
  • Bagaimana menentukan shalat saat melintasi daerah beda zona waktu?

Menurut paparan dari Ust. Ahmad Sarwat, Lc.

Yang terpenting yaitu kita pegang prinsip bahwa dimana pun kita berada dan masuk waktu shalat, maka kita wajib mengerjakan shalat. Termasuk apabila kita sedang berada di atas pesawat.

Waktu shalat di atas pesawat international memang agak rancu. Mengingat kita tidak tahu di atas kota apa kita saat ini sedang terbang. Bahkan mungkin malah bukan di atas kota, tetapi di atas laut, hutan, pegunungan, padang pasir dan sejenisnya, dimana memang tidak pernah dibuatkan jadwal waktu shalatnya.

Jadi kalau pun kita tahu kita berada di atas titik koordinat tertentu, masih ada masalah besar yaitu tidak ada jadwal shalat untuk titik koordinat tersebut. Jadwal shalat kita di atas pesawat terbang itu akan menjadi nisbi, dalam arti tidak menganut jadwal shalat negeri manapun. Lalu bagaimana cara kita menetapkan waktu shalatnya?

1. Gunakan Fasilitas Jama’

Pada saat kita menumpang pesawat antar negara, sudah bisa dipastikan kita mendapat fasilitas untuk menjama’ shalat. Oleh karena itu silahkan manfaatkan fasilitas yang sudah tersedia. Hukum menjama’ ini berkisar pada tiga hukum, yaitu ada yang bilang mubah, sunnah bahkan ada juga yang bilang wajib.

Memanfaatkan fasilitas jama’ ini akan mengurangi frekuensi shalat kita, sehingga tidak perlu shalat lima kali tetapi cukup tiga kali saja, yaitu Dzhur-Ashar, Maghrib-Isya’ dan Shubuh. Dzhuhur dan Ashar boleh dijama’ taqdim dan boleh dijama’ ta’khir. Demikian juga dengan Maghrib dan Isya’, keduanya boleh dijama’ taqdim atau ta’khir. Kita bebas memilik sesuai dengan kondisi yang lebih memungkinkan.

2. Menentukan Waktu Shalat Dzhuhur dan Ashar

Untuk shalat Dzhuhur dan Ashar yang memang boleh dijama’ kita bisa melihat ke luar jendela. Selama matahari sudah lewat dari atas kepala kita dan belum tenggelam di ufuk barat, kita masih bisa menjama’ kedua shalat itu. Untuk yakinnya, mari kita jama’ ta’khir saja. Kenapa?  Karena jama’ ta’khir itu kita lakukan di waktu Ashar dan waktu Ashar bisa kita kenali dengan melihat ke luar jendela pesawat. Selama matahari sudah condong ke arah Barat namun belum tenggelam, maka itulah waktu Ashar.

3. Menentukan Waktu Shalat Maghrib dan Isya’

Untuk shalat Maghrib dan Isya, agar kita tidak terlalu ragu, sebaiknya kita shalat jama’ ta’khir di waktu isya. Jadi setelah kita menyaksikan matahari betul-betul tenggelam di ufuk barat, kita tunggu kira-kira 1-2 jam. Saat itu kita amat yakin bahwa waktu Isya sudah masuk. Maka kita shalat Maghrib dan Isya’ dengan dijama’ di waktu Isya’.

4. Menentukan Waktu Shalat Shubuh

Shalat shubuh itu waktunya sejak terbit fajar hingga matahari terbit. Dan kalau kita berada di angkasa, mudah sekali mengenalinya. Cukup kita menengok keluar jendela, ketika gelap malam mulai hilang dan langit menunjukkan tanda-tanda terang namun matahari belum terbit, maka itulah waktu shubuh. Shalatlah shubuh pada waktu itu dan jangan sampai terlanjur matahari menampakkan diri.

Yang terakhir yaitu menjelaskan mengenai Dalil tentang Fiqih Ibadah menurut Buku Fiqih Ibadah karya Zaenal Abidin.

  1. QS. Al-Kahfi : 110
  2. Hadis dari Umar Bin Al-Khottob dan dari Ummul Mukminin.

Pelajaran penting yang bisa kita ambil pada sharing santay kali ini yaitu beribadahlah dengan niat yang ikhlas, dengan tujuan supaya Allah memberi syafa’at atas ibadah yang kita lakukan. Aamiin ya Rabbal Alamin.

Sekian cermi sharing sant🅰🚀 kali ini, Wassalamualikum teman-teman.

Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

6 Comments

  • UR101- Assignment 3 - Nurlaela Razabillah - Gamichain

    October 17, 2022 - 4:07 pm

    […] Cermi -UR101 – nurlaela razabillah […]

  • Epsa

    October 17, 2022 - 4:19 pm

    mantep ellaaa🤩

  • viktorasin

    October 17, 2022 - 4:24 pm

    Senang bisa mengenal dan belajar makna dari Fiqih dalam ibadah serta mengamalkan dalam dunia bisnis

  • muhamad alfi

    October 17, 2022 - 4:28 pm

    Sangat Menginspirasi, Pemilihan kata yang mudah untuk di pahami,

  • Jihan zanubiya

    October 17, 2022 - 9:31 pm

    wah thankyou ella atas sharing ilmu nya, cerminya sangat bermanfaat nih, jinjjaaaa daebak bgt ella. kata katanya mudah untuk dipahami dan dimengerti, jelas juga yang pastinya hebat bgt ella. semangat ya kamu^^

  • Sausan Raihana Putri Junaedi

    October 17, 2022 - 11:01 pm

    Wahh cerminya bagus banget membahas tentang point-point penting

Leave a comment

X