Cermi UR101 – Pertemuan 5 Sharing Santai #119 Transaksi Jual Beli Mengunakan Akad

Pada Tanggal 12 October 2022 saya mengikuti Sharing Santai #119 dengan tema Transaksi Jual Beli Mengunakan Akad dari Narasumber: H. Suhada, S.Ag., M.Pd.I .

  • Akad menurut Bahasa artinya Ikatan atau persetujuan.
  • Menurut istilah adalah transaksi atau kesepakatan antara seseorang (yang menyerahkan) dengan orang lain (yang menerima)
  • Dasar hukum akad adalah “Hai orang-orang yang beriman penuhilah akad-akad itu (Q.S Al-Maidah 1)

Rukun dan Syarat Akad

  • Ulama Hanafiah berpendapat rukun akad itu Hanya satu yaitu shighat al-aqd (ijab dan qabul)
  • Jumhhur ulama bahwa rukun akad ada tiga yaitu:

Aqid (orang yang melakukan akad)

Ma’qudAlaih (object transaksi)

– Shiqhat yaitu Ijab dan Qabul

Aqid (orang yang melakukan akad) adalah orang memiliki atau diberi hak untuk melakukan transaksi

Persayaratan seorang Aqid adalah

  • Ahliyah adalah keduanya memiliki kecakapan dan kepatuhan untuk melakukan transaksi biasanya mereka telah baliq atau mumayyiz dan berakal
  • Wilayah adalah dapat diartikan Sebagai hak dan kewenangan seseorang yang mendapatkan legalitas syar’I untuk melakukan transaksi atas suatu obyek tertentu.

Ma’qudAlaih (object transaksi)

Syarat dari Ma’qudAlaih (object transaksi) adalah:

  • Objek transaksi harus ada ketika akad atau Kontrak sedang dilakukan
  • Objek transaksi harus berupa mal mutaqawwim (harta yang diperbolehkan syara’ untuk ditransaksikan) dan dimiliki penuh oleh pemiliknya
  • Objek transaksi bisa diserahterimakan saat akad atau dimungkinkan dikemudian hari

-Adanya kejelasan tentang objek transaksi

-Objek transaksi harus suci, tidak terkena najis dan bukan barang najis

Macam-Macam Akad

Pembagian akad dapat dibedakan menjadi beberaoa bagian dengan sudut pandang yang berbeda

1 Berdasarkan keabsahannya menurut ketentuan syara

Akad shahih yang adalah akad yang memenuhi rukun dan syara.

Hukum dari akad shahih adalah berlakunya seluruh akibat hukum yang ditimbulkan akad itu dan mengikat kepada Pihak-Pihak yang berakad.

Akad Shahih terbagi menjadi dua:

  • Akad Nafiz yaitu akad yang sempurna dilaksanakan artinya akad yang dilangsungkan sesuai dengan ketentuan syara’ dengan terpenuhinya rukun dan Syarat dan tidak ada penghalang dalam melaksanakannya
  • Akad Mauquf yaitu akad yang dilakukan seseorang yang cakap bertindak hukum tetapi dia tidak memiliki kewenangan untuk melangsungkan dan melaksanakan akad

Akad yang tidak shahih

Adalah akad yang tidak memenuhi rukun dan syaratnya sebagaimana yang ditetapkan oleh syara sehingga seluruh akibat hukum akad itu tidak berlaku dan mengikat Pihak-Pihak yang berakad.

Akad yang tidak shahih dibagi menjadi dua:

  • Akad Batil adalah akad yang tidak memenuhi salah satu dari rukun akad seperti tidak jelasnya objek yang diakadkan
  • Akad Fasid adalah akad yang semua rukunnya terpenuhi tetapi syaratnya tidak terpenuhi
Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

1 Comment

Leave a comment

X