Rangkuman #75- EpsaPK2 – BD103W

Rangkuman #75 (Blockchain Technologies)

Berikut pembahasan sharing sant🅰🚀 #75

  • Apa itu blockchain ?
  • Apa itu AWS ?
  • Blockchain pada AWS ?
  • Apa itu NFT dan bagaimana cara kerjanya?

 

BLOCKCHAIN

Sejarah Blockchain

Dikutip dari buku berjudul Blockchain for Dummies yang ditulis oleh Manav Gupta, diuraikan bahwa awalnya blockchain dibentuk dan dikembangkan guna memenuhi suatu kebutuhan yang besar akan sebuah sistem yang bekerja lebih efektif, efisien, hemat biaya, lebih menjamin, dan terbukti lebih aman untuk melakukan tugas berupa merekap berbagai transaksi keuangan yang terjadi dimasa mendatang.

Ide tentang penggunaan blockchain sendiri dibentuk pada tahun 1991. Dimana saat itu, ada dua orang yang menulis dan menerbitkan sebuah jurnal yang berjudul Journal of Cryptography : How to Time Stamp a Digital Document, kedua orang itu adalah Stuart Haber dan W. Scott Stornetta.

Awal mulanya blockchain dimanfaatkan untuk digunakan pada bitcoin dan dilakukan pengembangan pada sekitar tahun 2009. Pengembangan blockchain dilakukan oleh seorang orang Jepang yang bernama Satoshi Nakamoto. Berbeda dengan uang yang dihasilkan oleh sebuah bank sentral, yang masih berbentuk uang tradisional, keberadaan dari bitcoin ini sedikit berbeda dimana bitcoin tak memiliki sebuah kekuasaan atau otoritas sentral serta tidak memiliki pihak yang bekerja untuk mengontrolnya.

Pengertian Blockchain

Blockchain adalah daftar catatan yang terus bertambah yang disebut blok yang dihubungkan menggunakan kriptografi. Setiap blok berisi hash kriptografi dari blok sebelumnya, stempel waktu, dan data transkansi.

Block yang memiliki arti kelompok dan chain yang artinya rantai. Pengertian dari penamaan teknologi ini mencerminkan bagaimana cara kerja blockchain. Dimana, teknologi tersebut memanfaatkan resource komputer untuk menciptakan blok-blok yang terhubung (chain). Blok-blok yang saling terhubung nantinya digunakan untuk mengeksekusi sebuah transaksi. Teknologi ini memang cukup menarik karena sifatnya yang tidak terpusat. Blockchain mampu berjalan sendiri menggunakan algoritma komputer tanpa ada sistem tertentu yang mengaturnya.

Tiga komponen utama yang bisa mendefiniskan sebagai blockchain yaitu smart contracts, consensus mechanism,  and distributed ledger.

Smart Contract

  • Kode logika bisnis yang berada di blockchain
  • Aplikasi yang menulis ke buku besar
  • Kontrak pintar dapat berinteraksi dengan komponen di luar jaringan blockchain (off-chain)

Consensus Mechanism

  • Bagaimana jaringan menyetujui transaksi dan pemblokiran
  • Kerangka kerja blockchain yang berbeda memiliki mekanisme konsensus yang berbeda (bukti pekerjaan, bukti kepemilikan, dll)
  • Berdampak pada tingkat transaksi, energi, konsumsi, persyaratan perangkat keras, dan keamanan

Distributed ledger

  • Basis data yang menyimpan status saat ini dan nilai historis data
  • Jurnal yang hanya dapat ditambahkan dan tidak dapat diubah yang memiliki log semua transaksi yang dapat diverifikasi secara kriptografis
  • Semua node dalam jaringan blockchain memiliki buku besar yang sama

 

AWS

Logo AWS

Sejarah AWS

Jeff Bezos merintis Amazon untuk pertama kalinya pada 5 Juli 1994 di garasi rumahnya yang terletak di Bellevue, Washington DC, Amerika Serikat (AS). Modalnya dari uang pribadi Bezos sendiri sebesar 10.000 dolar AS. Tujuan awal Bezos merintis perusahaan ini sendiri adalah untuk menghadirkan sebuah toko buku kecil-kecilan, di mana buku-bukunya bisa dibeli konsumen luas di seluruh dunia secara online.

Buku pertama yang berhasil dijual melalui Amazon adalah buku sains yang berjudul Fluid Concepts and Creative Analogis karya Doug Hofstadte. Kini, Amazon berubah menjadi raksasa e-commerce yang tidak hanya menawarkan buku, melainkan juga berbagai produk kebutuhan sehari-hari, konten hiburan digital, Amazon Prime, layanan cloud Amazon Web Services (AWS), dan lain sebagainya. Dari modal 10.000 dollar AS, Bezos sukses mengembangkan Amazon menjadi perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar 1.670 triliun dollar AS pada 2021.

Saat ini AWS sendiri sudah ada di 27 wilayah di seluruh dunia dengan 87 avaibality zones. Avaibality zones ini terminologinya di AWS untuk menyatakan sebuah data center. Dan salah satu data centernya sudah ada di Indonesia.

Pengertian AWS

AWS (Amazon Web Services ) adalah penyedia cloud computing pertama di dunia dan merupakan anak perusahaan dari Amazon.com.

Layanan di AWS itu banyak sekali salah satu contohnya yaitu komputasi, penyimpanan data/ strorage, juga ada layanan untuk teknologi yang lebih mutakhir (contohnya analytics, pengembangan mobile servis, pembelajaran mesin, enterprise apps, dan tentunya blockchain). Konsep- konsep blockhain juga diterapkan di AWS.

Pengamanan pada AWS sendiri itu sangat kuat. Contohnya dari NASA, Departemen Pertahanan US, NASDAQ, Pfizer, dan lain-lain.

Pengguna industri yang sudah ada di AWS diantaranya :

  1. di dunia (contohnya Netflix, Zoom, Twitch, dan Path)
  2. di Asia ( contohhnya Grab, Singapore Airlines, Shopback, Olx, Air Asia, dan Servis Hero)
  3. di Indonesia ( contohnya Halodoc, Qlue, Kumparan, Asean Foundation, Tempo.co, dan Diskominfo Jabar)

 

Blockchain on AWS

AWS mengadopsi beberapa komponen dari konsep-konsep blokchain untuk dijadikan layanan yang bisa berguna bagi penggunanya.

1. Konsep ditributed ledger, yang recordnya tidak bisa dihilangkan atau dimainkan. Biasa digunakan diberbagai bidang, diantaranya :

  • Bidang kesehatan, verifikasi dan lacak inventaris peralatan rumah sakit.
  • Bidang industri, saluran distribusi produk yang ditarik kembali.
  • Bidang DMV, merekam atau melacak jejak dari perpindahan pangan kendaraan.
  • Bidang HR dan payroll, melacak perubahan pada profil individu.

2. Konsep Smart Contracts & Consensus Mechanism. Biasa digunakan diberbagai sektor, diantaranya :

  • Institusi finansial, pembayaran peer-to-peer.
  • Pemberi pinjaman hipotek, proses pinjaman sindikasi.
  • Rantai pasokan, bertransaksi dengan pemasok dan distributor.
  • Retail/ eceran, mempersingkat penghargaan pelanggan.

 

NFT

Pengertian NFT

NFT ( Non Fungible Token ) adalah aset digital dengan metadata unik yang dilampirkan pada token. Token tersebut bisa digunakan untuk koleksi digital, pemungutan suara, atau bentuk lain dari aplikasi tata kelola dan dalam bentuk permainan. Istilah ‘fungible’ berarti jika kita menukar atau memperdagangkan dengan bitcoin lain, maka kita akan memiliki hal yang sepadan atau sama persis. Sementara istilah ‘non fungible’ kebalikannya, kita akan mendapatkan sesuatu yang sama sekali berbeda. NFT juga sering dianggap sebagai milik pribadi yang tidak berwujud, karena bentuknya aset digital.

Yang membedakan antara NFT dan set kripto ialah dapat diperjualkan tetapi tidak dapat dipertukarkan.

Cara Kerja NFT

NFT digunakan dalam blockchain Ethereum yang merupakan mata uang kripto, seperti bitcoin. Artinya, NFT tidak bisa eksis di luar ekosistem blockchain, karena mereka tidak ada secara independen. Blockchain Ethereum akan mendukung perdagangan NFT dengan menggunakan ETH sebagai mata uang mereka.

Cara kerja NFT adalah sistem penyimpanan data digitalnya, akan memungkinkan pengguna bisa saling transfer data secara rahasia, melalui skema enkripsi dalam kriptografi, sehingga data tidak bisa dilacak dan dimiliki oleh pengguna lain, karena tidak memiliki datanya.

Tujuan Dasar NFT 

Tujuan awal diciptakannya Non-Fungible Token adalah untuk memberikan ruang usaha bagi para seniman dan konten creator untuk memiliki pengalaman unik menjual hasil karya mereka secara global hanya dalam genggaman. Seniman yang tidak memiliki fasilitas galeri atau balai lelang dapat memenfaatkan NFT untuk menjual karya seni miliknya.

Sementara bagi konten creator atau artis dapat menjual hasil karya kepada konsumen hanya menggunakan Non-Fungible Token, bahkan peluang mendapatkan keuntungan bisa lebih besar dibandingkan cara konvensional.

 

Rangkuman dari pertanyaan

  • Perbedaan sederhana dari Centralisasi dengan Decentralisasi yaitu pada centralisasi itu ada pihak utama yang mengontrol sedangkan decentralisasi itu ada berbagai pihak.
Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

1 Comment

Leave a comment

X